Artikel / Data & Struktur ± 4 MENIT BACA
JSON: ketika data punya susunan
Baca pasangan nama dan nilai, daftar, serta perbedaan teks dan angka.
Pesan yang dapat dibaca program
Bayangkan mengirim daftar bacaan ke program lain. Kalimat bebas mudah dipahami manusia, tetapi program membutuhkan aturan yang jelas. JSON menyediakan format teks dengan susunan yang dapat dikenali banyak bahasa.
Namanya berasal dari JavaScript, tetapi penggunaannya tidak terbatas pada bahasa tersebut. JSON menyimpan data, bukan perintah untuk dijalankan.
{
"judul": "Dasar Web",
"pelajaran": 5,
"selesai": false,
"topik": ["web", "data"]
}Nama, nilai, dan daftar
Kurung kurawal membungkus object: pasangan nama dan nilai. Pada contoh, judul adalah nama dan “Dasar Web” adalah nilainya. Nama ditulis sebagai string dengan petik ganda. Titik dua memisahkan nama dari nilai; koma memisahkan pasangan.
Kurung siku membungkus array, sebuah urutan nilai. Urutan itu bermakna: daftar langkah belajar dapat dibaca sesuai posisinya. Sebaliknya, jangan membuat program bergantung pada urutan anggota object.
Teks tidak sama dengan angka
String adalah teks. Nilai 5 dan “5” berbeda jenis meskipun tampak mirip. Pada contoh, pelajaran berisi number, selesai berisi boolean, dan topik berisi array. JSON juga mempunyai null untuk nilai kosong yang dinyatakan secara eksplisit.
Sintaks JSON cukup ketat. Nama serta teks menggunakan petik ganda, dan tidak ada koma tambahan setelah anggota terakhir. Komentar bukan bagian dari JSON standar. Jangan menganggap potongan object JavaScript otomatis merupakan JSON yang valid.
Mulai dengan membaca, bukan menghafal
Baca contoh seperti sebuah kartu katalog: apa judulnya, berapa jumlah pelajaran, apakah sudah selesai, dan topik apa yang ada? Kamu tidak perlu mengeksekusi data ini untuk memahami isinya.
Jika struktur membingungkan, perhatikan pasangan kurung terlebih dahulu. Lalu baca setiap nama dan tentukan jenis nilainya. Kebiasaan itu membantu ketika nanti kamu bertemu respons API atau file konfigurasi.
COBA PAHAMI
Lewati ke konten